4 Manfaat Spiritual dari Bersyukur

Bersyukur (As-Syukru) yaitu suatu sikap yang selalu ingin memanfaatkan dengan sebaik-baiknya nikmat yang telah diberikan Allah SWT, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Bersyukur juga disertai dengan peningkatan pendekatan diri kepada yang memberi nikmat, yaitu Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an banyak diterangkan tentang bersyukur, antara lain pada surah Al-Baqarah ayat 52, 56, 152, 158, 172, 185, An-Nisa ayat 146, Ali Imran ayat 123, Ibrahim ayat 7 dan 144, An-Nahl ayat 14 dan 114, Al-‘Ankabut ayat 18, serta Luqman ayat 12.

In the Qur'an, there are many explanations about gratitude (Photo: Pexels/rdne stock project)
Dalam Al-Qur’an banyak diterangkan tentang bersyukur, Foto: Pexels/rdne stock project)

Salah satu contoh ayat tentang syukur dalam surah Ibrahim:

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ (٧)

7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Begitu juga dalam hadis disebutkan:

قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : التَحَدُّثُ بِالنِّعَمِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ

Rasulullah SAW bersabda: “Menyebutkan nikmat (Allah) merupakan wujud syukur, dan tidak menyebutkannya merupakan pengingkaran nikmat.”

Adapun cara bersyukur ada tiga macam:

1. Bersyukur dengan hati

Maksudnya adalah ia merasa yakin bahwa segala macam kenikmatan itu datangnya dari Allah. Sebagaimana firman-Nya dalam surah An-Nahl ayat 53:

وَمَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيۡهِ تَجۡ‍َٔرُونَ ٥٣

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.

2. Bersyukur dengan lisan.

Maksudnya dengan memperbanyak ucapan puji-pujian dengan ucapan Hamdalah. Hal ini sebagaimana tersebut dalam surat Ad-Duha ayat 11:

وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ ١١

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.

3. Bersyukur dengan semua anggota badan.

Maksudnya mempergunakan seluruh anggota badan untuk melakukan perbuatan yang disesuaikan dengan kehendak melakukan perbuatan yang disesuaikan dengan kehendak sang pemberi nikmat. Misalnya diberi mata, maka matanya tersebut dipergunakan untuk melihat kebesaran Allah, bukan untuk melihat sesuatu yang jelek dan mengakibatkan timbunya maksiat. Begitu pula dengan anggota badan lainnya.

Adapun manfaat spiritual dari bersyukur di antaranya adalah:

1. Mendapatkan ridha Allah SWT.

2. Menghindarkan dari azab Allah SWT. (An-Nisa 147)

3. Mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. (Ar-Ra’du ayat 28)

4. Mendapatkan tambahan nikmat. (Ibrahim ayat 7).

5. Mendapat rezeki yang berkah. (Al-‘Ankabut ayat 17).

6. Membuat tentram jiwa dan jauh dari penyakit hati bahkan dari penyakit fisik.

7. Meningkatkan kesejahteraan hidup.

Biasanya orang yang bersyukur menunjukkan tanda-tanda, di antaranya adalah:

1. Jarang mengeluh

2. Selalu bisa melihat sisi terbaik dari sebuah masalah

3. Tidak merasa rendah diri dengan kondisinya

4. Suka berterimakasih

5. Tidak sombong apalagi bersifat berlebihan

6. Suka berbagi kepada sesama

7. Memiliki hati yang bersih

8. Selalu merasa bahagia

Hopefully, we are all among His servants who are always grateful to Allah (Photo: Pexels/thirdman)
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur kepada Allah SWT. (Foto: Pexels/thirdman)

Dari penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan, bahwa syukur itu adalah bentuk terima kasih kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan dengan cara meningkatkan amal saleh baik dengan hati, lisan maupun anggota badan. Dengan demikian maka kita akan merasa selalu bahagia. 

Hati bahagia akan melahirkan hal-hal yang positif. Dengan hal-hal positif maka kita akan terhindar dari segala macam penyakit baik penyakit hati yang akan menggrogoti iman kita maupun penyakit fisik yang akan menggrogoti tubuh kita, karena menurut penelitian kesehatan bahwa penyakit itu sangat berpengaruh dengan suasana pikiran dan hati. Dan yang pasti kita akan mendapat ridha Allah SWT serta ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur kepada Allah SWT dengan terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya. Sesungguhnya hakikat syukur itu kembali untuk diri kita, sebab Allah SWT tidak membutuhkan makhluk-Nya sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

والله أعلم بالصَواب