YANG TENANG, ADA ALLOH
YANG TENANG, ADA ALLAH..
Jangan menghabiskan waktu dalam kecemasan, khawatir pada apa yg mungkin terjadi pada masa depannya.
Padahal jika kita menyadari, orang yg beriman pada Allah semestinya tak akan merasa takut, cemas atau khawatir pada apa yg terjadi dlm hidupnya.
Mengapa tak perlu khawatir?
ingatlah hal ini :
1. Allah tak pernah membebani manusia di luar kesanggupannya.
“Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.” (Al-Baqarah: 286)
Allah mengetahui takaran masing² diri kita, ibarat anak SD takkan mungkin diberi soal ujian milik anak SMA. Demikian juga Allah tak akan memberi persoalan di luar kemampuan kita untuk mengatasinya. Jadi kenapa harus takut?
2. Mengapa khawatir? Tugas manusia hanyalah berserah diri pd Allah dan berbuat kebaikan pd sesama.
Orang yg merasa takut dan cemas atas masa depannya, bisa jadi karena ia belum bisa memasrahkan diri dan berserah diri pd takdir Allah.
“Barangsiapa yg menyerahkan diri kpd Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqarah:112)
Cobalah pasrahkan hati dan biarkan Allah yg menuntun hidup kita. Iringi dgn melakukan banyak kebaikan, misalnya membaca Al Qur'an, bersedekah, dan lainnya.
Rasakan perlahan-lahan kecemasan hilang dari dlm hati, dan ketenangan datang mengisi.
3. Sadari bahwa kekhawatiran hanya merusak kesehatan.
Rasa khawatir atau kecemasan yg berlebihan bisa memicu gangguan kesehatan karena terganggunya sistem kekebalan tubuh. Bahagiamu, sehatmu.
4. Setiap urusan orang mukmin bernilai kebaikan.
Mengapa harus khawatir? Jika kita beriman, segala yg menimpa kita akan selalu bernilai kebaikan!
Jika diberi kesenangan kita bersyukur, sedangkan ketika diberi ujian kita bersabar. Cukup memilih 2 sikap ini saja, keduanya pahala utk bekal ke Surga. lalu apa yg perlu dikhawatirkan?
Sudah rajin shalat berjamaah..
Selalu berada di shaf depan..
Tidak pernah masbuk,..
Tapi hidup tetap pas-pasan..
Bahkan sering cari pinjaman.
Sedangkan tetangga yang tak pernah shalat..
Selalu kecukupan, bahkan mobilnya ganti² terus..
Sudah menutup aurat...
Rajin membaca Al Qur'an,..
Rutin dzikir pagi petang..
Shalat sunnah..
Puasa..
Tapi karir tetap tak ada kemajuan.
Bahkan 5 tahun tetap jadi honorer.
Sedangkan teman yang tak menutup aurat..
Dan jauh dari ketaatan..
Karirnya mapan, bahkan naik jabatan terus..
Terus untuk apa saya shalat ?
Terus untuk apa saya taat ?
Mengapa Allah tidak memberiku balasan nikmat ?
Eh, jangan Buta Nikmat...
Coba tengok badanmu yang sehat,
Tetanggamu yang baik,
Hidupmu yang aman,
Anak-anakmu yang sholeh,
Keluargamu yang harmonis,
Di mudahkan mendapat ilmu,
Di istiqomahkan dalam ketaatan,
Mengapa kita tidak melihat hal ini sebagai nikmat ?
Mengapa yang kita lihat hanya nikmat dunia dan materi ?
Merenunglah,..
Lihat nikmat-nikmat yang telah Allah berikan padamu itu, sedangkan Allah tidak memberikan nikmat itu kepada mereka.
Niscaya dengan begitu, kamu akan banyak bersyukur dan berhenti membanding-bandingkan kehidupanmu dengan kehidupan mereka.