Kesabaran dan Ganjaran dari Allah

Bismillah, segala puji bagi Allah yang menentukan segala sesuatu berdasarkan kehendak-Nya. Ia yang telah mengaruniakan rahmat kepada hamba-Nya dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang dipilih-Nya. Selawat serta salam kepada Rasulullah ﷺ yang telah diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. Amma ba’du.

Manusia tidak bisa terlepas dari musibah. Baik kecil maupun besar, semua orang pasti akan mengalaminya. Musibah adalah segala hal tidak mengenakkan yang menimpa manusia. Bisa jadi musibah tersebut menimpa seseorang secara pribadi, baik soal kesehatan, keluarga, kekayaan, atau hal lainnya. Itu merupakan hal yang normal dirasakan oleh setiap hamba dan merupakan ujian dari Allah. 

Jadi, ketika seseorang ditimpa musibah, mereka harus bersabar dengan hal tersebut. Tetap tenang dan mencari hal positif dari segala yang terjadi dengan bercermin pada ayat-ayat Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah berikut:

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۗوَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ١١

Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [At-Taghabun 64:11]

Ketika Anda ditimpa musibah, berserah dirilah kepada Allah dan akui bahwa itu dari-Nya. [Foto: Pexels/Ari Arapogiu]

Imam Bukhari berkata tentang ayat “Barangsiapa yang beriman kepada Allah…”: “Yaitu orang yang ketika ditimpa musibah berserah diri kepada Allah dan mengakui bahwa itu dari-Nya.” Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita untuk bersabar dan memuji orang-orang yang sabar. Bahkan Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Kapan seseorang harus bersabar? Seseorang harus bersabar dengan menerima ketetapan-Nya pada saat kesusahan. Bukannya setelah melampiaskan amarah terhadap ketetapan itu dan orang-orang di sekitarnya, baru kemudian bersabar. Sebab itu adalah penyesalan.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Kesabaran ada pada saat pukulan pertama (musibah terjadi pertama kali)” (Hadits Riwayat Imam Bukhari) yaitu, ketika seseorang pertama kali ditimpa musibah. Sabar adalah salah satu ciri orang beriman yang menggambarkan bagaimana seorang hamba selalu kembali kepada Tuhannya dan mengingat-Nya.

Rasulullah ﷺ memuji sifat seorang mukmin melalui sabdanya: “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya baik untuknya, dan ini hanya berlaku pada orang beriman. Jika dia diberi kemudahan dia bersyukur, dan jika dia ditimpa kesulitan dia bersabar, itu baik baginya.” (Hadits Riwayat Imam Muslim).

Dalam catatan hadis, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk bersabar dalam banyak peristiwa. Misalnya, ketika dia menerima berita tentang kematian, dia berkata: “Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil, dan milik-Nya apa yang Dia berikan. Dan segala sesuatu di sisi-Nya telah ditentukan. Maka bersabarlah dan carilah pahala dari-Nya.” (Hadits Riwayat Imam Bukhari).

Sebagai orang yang beriman kepada Allah, kita harus selalu melatih diri untuk bersabar dan menahan diri dari amarah dan tindakan impulsif. Jangan terlalu cepat menanggapi sesuatu, beri waktu untuk menenangkan diri dan bersabar sebelum bertindak. Allah pasti akan membukakan jalan bagi kita.

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” [Al-Baqarah 2:45]

Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan bersabar dan berdoa [Pexels/Thirdman]

Ingatlah bahwa segala sesuatu yang terjadi pada seorang Muslim adalah tanda bahwa Allah mencintainya. Dengan musibah, Allah secara bertahap menghapus dosa seseorang sampai ketika dia bertemu Tuhannya, dia disucikan dari dosa.

Bersabar bukan hanya saat musibah melanda, tapi juga saat kita berhadapan dengan berbagai macam orang. Ketika Allah menghadirkan orang-orang baik di sekitar kita, bersyukurlah dan berbuat baik kepada mereka. Namun, saat Allah mempertemukan kita dengan orang tidak baik yang berbicara kasar atau lainnya, maka bersabarlah. Lihatlah hal tersebut sebagai tanda dari Allah bahwa Dia ingin kita menyadari perbuatan-perbuatan buruk tersebut.

Jika kita tidak suka hal tersebut dilakukan kepada kita, maka janganlah kita melakukannya kepada orang lain. Allah ingin kita menjadi orang baik dengan membawa menghadirkan orang jahat di sekitar kita. Katakan pada diri sendiri, ‘Saya akan berbuat baik kepada orang lain karena saya suka orang berbuat baik kepada saya.’

Jika amarah muncul, berlindunglah kepada Allah. Setan memang menyulut api amarah, tetapi ia akan segera lenyap saat kita berlindung kepada Allah. Suatu saat pernah ada dua orang yang berdebat dan saling menghina di zaman Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya aku tahu sebuah kalimat yang kalau diucapkan niscaya amarahnya akan hilang. Yaitu jika dia berkata, ‘Saya berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk,’ niscaya kemarahannya pasti akan hilang.” (Hadis Riwayat Imam Abi Dawud).

Ucapkan kalimat singkat berikut setiap kali Anda merasa marah: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” [Ali-‘Imran 3:146] 

Jika Allah mencintai hamba-Nya, Allah pasti akan bersamanya: “Dan Allah bersama orang yang sabar.” Kemudian Allah akan membantunya untuk menang, baik kemenangan itu diperoleh di dunia maupun di akhirat, seperti dalam kisah dalam surat Al-Baqarah ayat 249-252.

Demikian pula, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan memberkatinya dengan rahmat-Nya. Allah berfirman: “Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”  [Al-Baqarah 2:157]

Selain itu, Rasulullah ﷺ juga pernah menyebutkan bahwa seseorang yang membaca Istirja’ (memohon perlindungan Allah) dan kemudian berdoa akan dikabulkan permintaannya oleh Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa saja hamba Allah yang tertimpa suatu musibah dan berkata: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, ya Allah! Berilah aku ganjaran atas musibahku dan berilah ganti dengan yang lebih baik,’ maka Allah akan membalasnya atas musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” (Hadits Riwayat Imam Muslim).

Wallahu a’lam.