Bismillah, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang Maha Pencipta dan Maha Esa yang telah memberkati kita dengan keturunan. Selawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya yang mulia, para sahabatnya yang terhormat, dan semua orang yang mengikuti jalan mereka.
Memiliki anak saleh menjadi dambaan setiap orang tua. Orang tua mana yang tidak merasa bahagia jika dikaruniai anak saleh, yang membawa kenyamanan dan kebahagiaan di mata dan hati mereka, bahkan jika mereka sendiri bukan orang yang baik? Kehadiran anak yang saleh membantu meringankan rasa lelah dan sakit dari kehamilan seorang ibu. Allah menganugerahkan kebaikan melalui mereka, sehingga hadirnya anak saleh tidak hanya membawa manfaat bagi orang tuanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Salah satu nikmat luar biasa yang dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya ialah anak saleh yang doanya bermanfaat sangat besar bagi orang tuanya. Sesuai dengan sabda Rasulullah: “Apabila seseorang meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, dan doa anak yang saleh.” (HR At-Tirmidzi).
Betapa beruntungnya orang tua yang ketika mereka telah meninggal, masih dapat menerima berkah melalui doa anak yang saleh. Inilah sebaik-baiknya harta yang bisa dimiliki seseorang.
Tanggung jawab melahirkan anak yang saleh melibatkan semua pihak, termasuk orang tua dan anak itu sendiri.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap anak tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanya-lah yang berperan penting membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi. Sama seperti hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Ada kah Anda melihat kekurangan dalam kemiripannya dengan induknya?” (Muttafaqun ‘alaih)
Hadis tersebut menyoroti pengaruh penting orang tua dalam membentuk karakter anak mereka, baik menuju kesalehan maupun sebaliknya. Latar belakang agama seorang anak merupakan cerminan keyakinan orang tuanya. Dalam hadis tersebut, Rasulullah memberi gambaran lebih indah, membandingkannya dengan seekor hewan yang melahirkan jenisnya sendiri secara sempurna.
Hadis tersebut juga menunjukan bagaimana pendidikan agama seorang anak dipengaruhi oleh orang tuanya. Hal ini mencerminkan kearifan pepatah Melayu “bapa borek anak rintik” yang artinya “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Lebih jelasnya, jika orang tua bercita-cita memiliki anak yang saleh, mereka harus berlaku baik (saleh) terlebih dahulu.
Pendidikan dini bagi anak-anak berperan penting untuk membentuk akhlak mereka menjadi seorang yang saleh. Pada tahap ini, anak memperoleh pengetahuan tentang agama dari orang tuanya. Orang tua harus mulai memasukkan ajaran agama ke dalam pendidikan anak-anak, termasuk mengenalkan salat, Al-Qur’an, dan bentuk ibadah lainnya. Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak tentang salat melalui sabdanya: “Perintahkan anak-anakmu melaksanakan salat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka (jika lalai meninggalkan salat) ketika mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR Abu Daud)”
Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya orang tua membiasakan amalan salat kepada anak-anak. Rasulullah ﷺ juga menganjurkan kita untuk mendisiplinkan mereka, bahkan diperintahkan memukul jika diperlukan ketika anak-anak lalai atau enggan menjalankan salat. Allah juga menekankan pentingnya melatih kesabaran saat membimbing keluarga dalam mendirikan dan memelihara salat. Sebagaimana dalam firman-Nya:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ ١٣٢
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (Surat Taha 20:132)
Fokus utama yang ditekankan di sini adalah agar orang tua mendidik anak tentang pentingnya mendirikan salat. Allah juga memerintahkan kita untuk melatih kesabaran. Kata “واصطبر” memiliki makna yang mendalam, mewakili tingkat kesabaran yang lebih tinggi melampaui biasanya. Sebab, (mengajarkan salat) ini membutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan.
Untuk mendidik anak-anak yang saleh, orang tua juga harus mengutamakan pendidikan dan komunikasi yang efektif. Mendaftarkan anak di pusat pembelajaran Al-Qur’an bisa sangat bermanfaat bagi orang tua karena memberi mereka kesempatan untuk mempelajari Al-Qur’an.
Penting sekali bagi orang tua untuk mendidik anak-anak mereka tentang Al-Qur’an secara proaktif. Pendidikan Al-Qur’an sejak dini dari orang tua akan bermanfaat bagi anak-anak. Lalai mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an sejak dini akan membuat orang tua merugi, mengingat pahala yang sangat besar dari membaca dan mengajarkannya.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain”. (HR. Al-Bukhari)
Orang tua pun memiliki tanggung jawab untuk menjadi panutan teladan yang baik. Apalagi perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia dibesarkan. Anak yang baik kemungkinan besar dibesarkan oleh orang tua yang baik dalam lingkungan positif, insyaAllah. Jika orang tua berbicara dengan nada yang lembut, melatih toleransi, dan menahan diri dari pertengkaran di hadapan anak-anak, maka anak-anak akan mendapat lingkungan pengasuhan yang baik bagi tutur kata maupun sifatnya.
Bayangkanlah bagaimana jadinya jika orang tua kerap menggunakan kata-kata kasar, berdebat dengan suara keras di depan anak-anaknya, serta berbuat kasar dan lain-lain. Apa akibatnya jika anak-anak tumbuh di lingkungan yang demikian? Tumbuh di lingkungan yang tidak baik secara tidak sengaja dapat membuat mereka menormalisasi perilaku seperti itu dalam kehidupan mereka sendiri. Oleh karena itu, orang tua berperan penting dalam membina lingkungan keluarga yang positif.
Adapun doanya orang tua adalah salah satu doa terbaik bagi seseorang; yang kedudukannya sangat istimewa di sisi Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi antara lain doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar), dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR Ibnu Majah).
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk banyak berdoa kepada Allah, meminta bimbingan dan pencerahan-Nya untuk menjalani kehidupan yang baik. Selain itu, mereka juga harus berdoa agar anak-anak mereka menjadi anak yang saleh. Namun, doa saja tidak cukup; harus juga dilengkapi dengan upaya mendidik anak seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Penting juga untuk mendorong kata-kata yang positif dan menahan diri agar tidak mendoakan yang buruk kepada anak-anak.
Rasulullah ﷺ memberi peringatan keras mengenai hal ini dalam sabdanya: “Janganlah kamu mendatangkan malapetaka atas dirimu, janganlah kamu mendatangkan malapetaka atas anak-anakmu, dan janganlah mendatangkan musibah atas hartamu…” (HR Muslim)
Anak yang saleh adalah anugerah yang sangat berharga bagi orang tua. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati memilih pasangan yang saleh sebelum menikah agar dapat mendidik anak yang saleh. Salah satu tantangan bagi orang tua adalah meninggal dunia tanpa menyaksikan hasil jerih payah mereka dalam membesarkan anak-anak untuk menjadi pribadi yang saleh. Begitu tubuh mereka terkubur di dalam tanah, tidak ada cara bagi mereka untuk memperbaiki keadaan.
Sungguh merugi jika orang tua lebih disibukkan dengan smartphone, terus-terusan berkutat dengan berbagai aplikasi media sosial, lalu lalai mendidik anaknya dalam urusan agama. Bagaimanapun, pada anak-anak lah orang tua dapat menaruh harapan dan cita-cita untuk masa depan, bahkan setelah mereka meninggal.
Artikel disalin Oleh : SUHUD SYAEFUL ANWAR