Sejarah dan Keunikan Masjid Nur Balangnipa di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan
SINJAI, insidepontianak.com – Masjid Nur Balangnipa adalah sebuah masjid yang
terletak di Sinjai, Sulawesi Selatan yang akan kita ulas terkait sejarah dan
keunikannya.
Masjid Nur Balangnipa ini memiliki
sejarah yang panjang dan unik yang menjadikannya sebagai salah satu masjid yang
terkenal di daerah tersebut.
Masjid Nur Balangnipa dibangun pada
tahun 1960 dengan ukuran awal 15 kali 15 meter dan kemudian diperluas menjadi
35 kali 27 meter dengan nilai tiang penyangga sebanyak 18.
Pada tahun 2013, sebuah menara setinggi
38 meter dibangun, menjadikan Masjid Nur Balangnipa sebagai menara tertinggi di
kabupaten tersebut.
Salah satu keunikan Masjid Nur
Balangnipa adalah bentuk kubahnya yang segi empat. Biasanya, kubah masjid
memiliki bentuk bulat atau setengah lingkaran.
Namun, bentuk segi empat pada kubah
Masjid Nur Balangnipa memberikan tampilan yang berbeda dan unik.
Selain itu, masjid ini memiliki menara
yang terletak di atas kubah dengan tinggi sekitar 20-27 meter.
Meskipun telah mengalami beberapa
renovasi, Masjid Nur Balangnipa tetap mempertahankan beberapa bagian aslinya
seperti tiang kubah dan menara yang terletak di atas kubah.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya
keaslian bagi masyarakat Sinjai dan pengurus masjid dalam mempertahankan
warisan budaya tersebut.
Masjid Nur Balangnipa juga memiliki
peran penting sebagai pusat pendidikan dan penghafalan Al-Quran di daerah
tersebut.
Di lantai dua masjid, para ulama dan
masyarakat setempat sering mengadakan pengajian dan kegiatan penghafalan
Al-Quran.
Bahkan, di Kabupaten Sinjai, masjid ini
dikenal sebagai tempat yang menjadi awal dari tradisi penghafalan Al-Quran atau
yang dikenal sebagai paint erpat.
Akses ke lantai atas Masjid Nur
Balangnipa hanya dapat dilakukan melalui sebuah tangga kayu yang diletakkan di
samping kubah.
Meskipun tidak menggunakan lift atau
eskalator, tangga kayu tersebut telah bertahan selama bertahun-tahun dan
menjadi bagian penting dari keunikan Masjid Nur Balangnipa.
Meskipun telah mengalami beberapa
perubahan dan renovasi, pengurus Masjid Nur Balangnipa selalu berusaha untuk
menjaga keaslian dan keunikan masjid tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari penggunaan
bahan-bahan lokal dan upaya untuk tidak merusak keaslian bangunan utama seperti
kubah dan menara.
Dalam rangka menjaga warisan budaya dan
sejarah Masjid Nur Balangnipa, pengurus masjid juga mengadakan berbagai
kegiatan dan acara untuk memperkenalkan keunikan masjid ini kepada masyarakat
luas.
Salah satu acara yang rutin diadakan
adalah pengajian umum dan kegiatan penghafalan Al-Quran.