DUNIA INI ABU ABU

*ISLAM adalah JALAN LURUS untuk HADAPI DUNIA YANG ABU ABU.*


*”Membenarkan kebiasaan, atau Membiasakan kebenaran.”*

Adalah pertanyaan yang sering muncul, saat berusaha pertahankan prinsip dalam ber Islam secara kaffah menyuluruh, ditengah keluarga, lingkungan / masyarakat.

Pentingnya ilmu, karena akan munculkan sikap berhati hati dalam menentukan langkah hidup.

Semakin sadar bahwa sejatinya banyak yang tidak atau belum kita tahu.

Ngaji dari satu guru sepotong2 tidak tuntas, belum bijak untuk disebut berilmu.

Ngaji sendiri yang hanya dengan syahadah sanad Youtube atau sosmed, harus jeli dalam mencerna dan memilah. 

Ngaji dengan banyak guru harus siap sikapi fenomena beda, dengan prinsip keteladan Rosulullah.

Inilah fakta bahwa ilmu Allah seperti dalam firmaNya 

“QS ke 31 AL LUQMAN 27”

Dalam ikhtiar urusan capaian dunia, sering kali muncul ketakutan dalam hati, ke khawatiran apakah cara ini termasuk kategori golongan yang selamat, atau munafik.

Sering dalil2 pembenaran ringan disandingkan, sebagai simpulan untuk berusaha bisa berdamai dengan keadaan. 

Begitu pula sebaliknya terkadang dalil2 kadang disalah gunakan, sering dijadikan manuver balasan untuk perlawanan terhadap obyek kebencian atau ketidak sepemahaman.

Saat dikondisi level ingat dan sadar hindari sesat,

Dalam istghfar…, ampunan akan berasa semakin diharap dengan penuh sadar.

Dalam amal, sikap khawatir dan ketakutan jika semuaNya hanya tertolak sia, akan terus berasa nampak terlintas muncul.

Mencerna memilah setiap ucap, sikap dan langkah adalah metode mudah untuk kembalikan segala urusan ke pada Sang illlah.

Dengan ilmu, dengan syariat sempurna ajaran Rosulullah adalah jalur aman yang tersedia sebagai akses mudah dapatkan ampunan dan ridloNya.

Yakinlah sejatinya ISLAM mudah tapi hati kita yang masih kotor yang sering mempersulit. 

Bukan orang lain yang mempersulit, bukan lah keluarga / lingkungan yang menghambat perjuangan kita dalam berISLAM.

Namun hati yang mudah berbolak balik sebagai makhluk lemah yang sering terjebak, merasa berat dan lelah jalani fase uji dunia.

Jika suatu niat bukan sebatas dikarenakan makhluk, InsyaAllah makhluk tidak akan menghentikannya.

Dijaman ini teknologi bisa buat ngaji, bisa lewat youtube, group2 sosmed dan lain2.

Untuk hindari fitnah2 di akhir zaman, mari terus ikhtiar rapatkan ukuwah dalam berjamaah, akan ada evaluasi interaksi  sebagai metode murajaah antar sesama penuntut ilmu yang seharusnya selalu bisa dimulai dari lingkungan wilayah terdekat.

Jika tidak ada interaksi, kurang silaturahmi, hilanglah empati, masjid/mushola yang jadi amanah terdekat, justru tidak akan disinggahi atau bahkan tidak peduli. Rumah2 Allah makin sepi. Karena hanya dianggap untuk urusan orang orang yang takut mati dan circle sefrekwensi.

Maka generasi memilih berkoloni dengan circle yang sefrekwensi selera dan selevel pemahamannya. 

Mirisnya sering dijumpai Arogansi statement naif, merasa tidak layak untuk memantaskan diri, untuk terlibat ikhtiar rapatkan luruskan jamaah.

ISLAM pecah bukan karena beda, namun ISLAM pecah karena bermunculan sikap atau statemen liar lupa adab, diantaranya berupa ikrar2 pembenaran diri ditengah beda yang tidak tepat pada porsi dan tempatnya.

Disinilah antar umat pecah dan potensi mudah dibenturkan. Syiar dan dakwah terus tergerus melemah.

Tak dipungkiri kita sering lupa bahwa sejatinya ALLAH yang Maha Tahu dan Maha Benar tentang segala urusan.

Masing2 diri sejatinya sedang berproses melalui skenario ketetapannya. Tugas kita adalah ikhtiarkan datangnya kebaikan pada pengakhirannya. 

Jangan sampai keindahan kebenaran peradaban Islam yang akan merekah, justru terhambat oleh pola pikir, ucap, maupun sikap kita yang kurang tepat.

Saatnya umat bersatu, dengan bendera dua kalimah syahadah. Kita saling menguatkan, mengingatkan untuk terus ikhtiar bersama. Baik antar etnis, kelompok, golongan, organisasi, mahdzab, dengan tanamkan kebiasaan diri, kluarga dan lingkungan, merujuk keluhuran akhlaq dan lurusnya aqidah, risalah indah Rosulullah Salallhu Alaihi Wassalam. yg ajarannya diwariskan kepada keluarga, para sahabat, ulama’ dan orang2 shaleh setelanya.

Rosulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam adalah utusan terakhirNya, Dengan membawa Syariat yang tepat di akhir zaman.


Amal tanpa ilmu tersesat.

Ilmu tanpa amal akan sia sia.

Jangan sungkan/malu/gamang untuk menuju taat.

Budayakanlah malu dalam maksiat.

Karena generasi cenderung mencontoh dengan melihat.

Semoga Allah beri mudah segala urusan kebaikan untuk kita semua.

Wallahu a’lam bishowab

Jatimulyo, Jumah 19.07.24

Al Faqir

Bagikan postingan
Chat Takmir
Takmir Support
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu ?