Lanjutan amalan Takziyah
summary Kajian Malam Jumat di Baiturrahman
27 Juni 2024
Bersama ustadz Wakhid Mustofa
Materi lanjutan ta’ziyah
—————————————-
Lanjutan halaqah sebelumnya…
4 kewajiban terhadap jenazah muslim.
1. *Memandikan.*
Tidak perlu dilakukan semua orang. Cukup beberapa orang dan diutamakan dari pihak keluarga dan kerabat dekat yang semahrom.
Pentingnya memperhatikan adab saat memandikan.
- aurat bagian tertentu diusahakan ditutup.
- diharamkan mengintip/menyaksikan proses pemandian jika tidak berkepentingan.
2. *Mengkafani*
Hal ini juga cukup dilakukan beberapa orang saja.
Biasanya tiap2 wilayah sudah memiliki team yang biasa menangani hal ini.
Jika jenazah akhwat dilakukan oleh akhwat, begitu pula sebaliknya.
3. *Mensholatkan jenazah.*
Sempurnakan amalan ta’ziyah yg telah biasa dilakukan dengan mensholatkan.
Karena bacaan2 doa dalam sholat bisa menjadi syafaat bagi mayit.
Diantaranya pada takbir ke 3, memiliki kandungan makna memohonkan ampunan, rahmat, dan maaf. diLuaskan kuburnya dan mandikan dengan air, salju, dan embun. Memohonkan agar jenazah diSucikan dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran.
Balasan pahala bagi yg mensholatkan jenazah mendapat ganjaran sebesar gunung.
_Ustadz memaparkan 4 sandaran dalil hadits terkait kewajiban sholat jenazah diantaranya_
- Hadits riwayat quroid.
Kewajiban mensholatkan jenazah minimal 40 orang, sebagai syafaat kepada mayit yg disholatkan
- Hadits riwayat Aisyah ra
Kwajiban mensholatkan jenazah minimal 100 orang
- Hadits riwayat malik.
Kewajiban mensholatkan minimal 3 shaff
- Hadits riwayat Abu Hurairah
Bagi yang menyolatkan jenazah pahalanya 1 qiroth, dan jika dilanjut mengantarkannya hingga ke kubur balasan 2 qiroth untuknya.
Dengan membiasakan diri turut mensholatkan jenazah, insyaAllah kelak saat meninggal kita pun akan disholatkan oleh banyak rekan dan saudara kita se iman.
Yang faedahnya bisa menjadi syafaat untuk kita, agar diringankan saat hisab di akhirat.
Sebuah wasiat nasehat dari ustadz yang bisa jadi motivasi koreksi akhlaq dalam bermuamalah :
_*”cara kita memperlakukan orang sejatinya sama seperti yang kita rasakan, saat kita diperlakuan orang lain.”*_
4. *Mengantar hingga ke kubur.*
Hal ini sangat dianjurkan kepada para ta’ziyah laki2.
Setelah memahami ilmu dan tuntunan dari Rosulullah, hendaknya
Bisa dimulai sebisa mungkin ke empat hal diatas dibiasakan / dibudayakan untuk dilaksanakan.
agar bisa menyempurnakan amalan ta’ziyah yang sudah biasa kita lakukan, supaya bernilai balasan pahala dari Allah.
Bersama sama terus berusaha tingkatkan pemahaman dalam ber Islam sehingga dalam lakukan setiap amalan, merupakan atas dasar ilmu dan kesadaran penuh akan perintah dan larangan Allah, yang selalu merujuk ajaran/syariat dari Rosulullah Salallhu alaihi wassalam.
Karena…
*amalan yang diterima disisi Allah, hanyalah ISLAM*
yaitu segala amal yang memiliki sumber tuntunan Islam yang diajarkan Rosulullah Salallahu alaihi wassalam,
bukan sekedar atas dasar kebiasaan kebijakan budaya setempat.
InsyaAllah dilanjut pada pertemuan berikutnya.
Wallaahu a’lam bishowab.
———————————————
Catatan terkait pertanyaan jamaah
- jika salah satu rukun dlm sholat tidak dilakukan maka tidak sah, jadi jika bukan termasuk rukun tapu tidak dilakukan sholatnya tetap sah.
- Ushakan menghapal dan memahami bacaan doa2 dalam sholat, untuk berusaha menjaga khusyu’ saat menghadap Allah
- Bacaan dalam sholat jangan diucap dalam hati, rosulullah mencontohkannya dengan bibir yang bergerak ikut berucap tanpa bersuara.
- Makmum dalam 1 shaff sendirian menurut syariat harus ada yg menemani agar tetap dapat keutamaan pahala berjamaah.
Semoga manfaat,
bisa jadi bahan diskusi..
Murajaah saling koreksi dan lengkapi..
Untuk menjaga kesungguhan ikhtiar bersama dalam mengkaji dan memahami…
Amalan yg dilakukan tidak didasari dari Islam tuntunan dari Rosulullah, diakherat kelak hanya akan sia2 bahkan akan dikategorikan dosa.
Tetap Bersabar…,
Istiqomah dan menjaga adab pengagungan thd ilmu, kepada guru, kepada rekan sesama penuntut ilmu. Adalah salah satu akhlak yang Rosulullah contohkan.
Menjaga adab dalam menuntut ilmu, bisa menjadi penentu keberhasilan capai harapan yang kita tuju.
Barkallaahu fiikum